{"id":1990,"date":"2025-05-27T10:46:45","date_gmt":"2025-05-27T10:46:45","guid":{"rendered":"https:\/\/mastercorporateku.id\/?p=1990"},"modified":"2025-05-27T10:56:12","modified_gmt":"2025-05-27T10:56:12","slug":"berakhirnya-status-badan-hukum-perseroan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mastercorporateku.id\/en\/2025\/05\/27\/berakhirnya-status-badan-hukum-perseroan\/","title":{"rendered":"BERAKHIRNYA STATUS BADAN HUKUM PERSEROAN"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Perseroan Terbatas (PT) sebagai bentuk badan hukum adalah entitas yang diakui negara dan memiliki hak serta kewajiban hukum secara mandiri. Namun, dalam perjalanannya, status badan hukum suatu PT dapat&nbsp;<strong>berakhir<\/strong>&nbsp;karena alasan-alasan tertentu sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Artikel ini membahas secara komprehensif&nbsp;<strong>kapan dan bagaimana status badan hukum perseroan berakhir<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Dasar Hukum<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (<strong>UUPT<\/strong>)<\/li>\n\n\n\n<li>Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (<strong>UU Ciptaker<\/strong>)<\/li>\n\n\n\n<li>Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja<strong>&nbsp;(UU 06\/2023)<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>BERAKHIRNYA STATUS BADAN HUKUM PERSEROAN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Merujuk pada Pasal 142-152 UUPT, berakhirnya status badan hukum suatu perseroan secara resmi setelah seluruh tahapan pembubaran dan likuidasi diselesaikan dan telah didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM&nbsp;<strong>(Kemenkumham).<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>1. TAHAPAN BERAKHIRNYA STATUS BADAN HUKUM PT<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Status badan hukum suatu PT tidak langsung hilang ketika diputuskan untuk dibubarkan. Terdapat&nbsp;<strong>tahap tahap pembubaran perseroan<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Pembubaran Perseroan melalui RUPS dan\/atau putusan pengadilan<\/li>\n\n\n\n<li>Penunjukan likuidator<\/li>\n\n\n\n<li>Likuidasi (pemberesan kekayaan)<\/li>\n\n\n\n<li>Pengumuman likuidasi di media dan sistem AHU Online<\/li>\n\n\n\n<li>Penyelesaian seluruh kewajiban perseroan<\/li>\n\n\n\n<li>Penyusunan dan persetujuan laporan akhir<\/li>\n\n\n\n<li>Penghapusan dari daftar badan hukum oleh Kemenkumham (pengumuman pembubaran dalam Daftar Perseroan)<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Sehingga status badan hukum suatu perseroan dianggap sah berakhir setelah nama PT dicoret dari daftar Perseroan oleh Kemenkumham.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2. ALASAN PEMBUBARAN PERSEROAN  (Pasal 142 UUPT)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut&nbsp;<strong>Pasal 142 ayat (1) UUPT<\/strong>, pembubaran PT dapat terjadi karena:<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS);<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Karena jangka waktu berdirinya PT telah berakhir sebagaimana ditentukan dalam anggaran dasar;<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Berdasarkan penetapan pengadilan;<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Dengan dicabutnya kepailitan berdasarkan putusan pengadilan niaga;<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Karena harta pailit perseroan tidak cukup untuk membayar biaya kepailitan;<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Karena dicabutnya izin usaha oleh otoritas berwenang; atau<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Karena alasan lain yang ditentukan oleh peraturan perundang-undangan.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>3. TAHAP PENGHAPUSAN STATUS BADAN HUKUM PERSEROAN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pembubaran<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perseroan mengadakan RUPS untuk membubarkan PT dan menunjuk likuidator.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Akta Pembubaran Perseroan Terbatas<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Direktur atau kuasanya membuat Akta Pembubaran Perseroan Terbatas di hadapan Notaris.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pengumuman Pembubaran<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PT harus mengumumkan pembubaran dalam surat kabar untuk memenuhi asas publisitas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pemberitahuan Kepada Kemenkumham<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PT wajib memberitahukan pembubaran kepada Kemenkumham untuk dicatat dalam Daftar Perseroan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Proses Likuidasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PT harus menyelesaikan seluruh kewajiban, hutang-piutang, serta membagi sisa asset kepada pemegang saham.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Penyelesaian Kewajiban Pajak<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PT harus menyelesaikan seluruh kewajiban perpajakan yang ada.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pencabutan Nomor Induk Berusaha (NIB)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PT harus melakukan pencabutan NIB yang diajukan melalui sistem Online Single Submission (OSS).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Penyampaian Laporan Akhir Likuidasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Likuidator menyampaikan laporan akhir likuidasi pada RUPS atau Pengadilan untuk di sahkan. Hasilnya menjadi dasar permohonan penghapusan badan hukum.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pengajuan ke Kemenkumham melalui sistem AHU Online<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Notaris yang ditunjuk oleh PT melakukan pengajuan permohonan pencoretan status badan hukum perseroan kepada Kemenkumham secara online.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Penerbitan Keputusan Penghapusan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemenkumham menerbitkan penghapusan status badan hukum PT, dan sejak saat itu status badan hukum berakhir secara sah.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>4. PENCABUTAN STATUS PENGESAHAN BADAN HUKUM OLEH MENTERI<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pencabutan status badan hukum oleh Menteri Hukum dan HAM menandai&nbsp;<strong>berakhirnya legalitas operasional dan kepribadian hukum sebuah perseroan<\/strong>. Baik melalui permohonan perseroan sendiri maupun melalui tindakan administratif Menteri, proses ini harus dijalankan sesuai hukum agar tidak menimbulkan akibat hukum yang merugikan di kemudian hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pencabutan oleh Menteri dilakukan jika :<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tidak menyampaikan laporan tahunan secara berturut-turut;<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak memiliki dan\/atau tidak melakukan kegiatan usaha;<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak mematuhi perundang-undangan yang berlaku;<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pencabutan status badan hukum oleh Menteri Hukum dan HAM\u00a0<strong>tanpa permohonan dari PT<\/strong>\u00a0adalah bentuk\u00a0penertiban administratif\u00a0dan penegakan hukum korporasi\u00a0untuk menjaga integritas sistem hukum perusahaan di Indonesia. Hal ini penting agar perusahaan yang\u00a0<strong>tidak aktif, bermasalah, atau ilegal<\/strong>\u00a0tidak terus terdaftar dan disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>5. AKIBAT BERAKHIRNYA STATUS BADAN HUKUM PERSEROAN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>PT&nbsp;<strong>tidak dapat lagi melakukan tindakan hukum apapun<\/strong>&nbsp;sebagai badan hukum.<\/li>\n\n\n\n<li>Semua aset harus diselesaikan melalui mekanisme pemberesan (jika belum).<\/li>\n\n\n\n<li>Para direktur dan pemegang saham&nbsp;<strong>tidak dapat menggunakan nama perseroan<\/strong>&nbsp;tersebut untuk transaksi bisnis apa pun.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kreditor dapat tetap menagih kewajiban<\/strong>&nbsp;selama belum dibereskan (terutama jika likuidasi belum sempurna).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi pemilik atau pengurus PT, memahami prosedur ini penting untuk&nbsp;<strong>menghindari pertanggungjawaban hukum di kemudian hari<\/strong>, terutama terkait utang, pajak, dan aset perseroan yang belum diselesaikan.&nbsp;<strong>Konsultasikan ke Master Corporate-ku segera!<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perseroan Terbatas (PT) sebagai bentuk badan hukum adalah entitas yang diakui negara dan memiliki hak serta kewajiban hukum secara mandiri. Namun, dalam perjalanannya, status badan hukum suatu PT dapat&nbsp;berakhir&nbsp;karena alasan-alasan tertentu sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Artikel ini membahas secara komprehensif&nbsp;kapan dan bagaimana status badan hukum perseroan berakhir. Dasar Hukum BERAKHIRNYA STATUS BADAN HUKUM PERSEROAN [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1991,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1990","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mastercorporateku.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1990","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mastercorporateku.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mastercorporateku.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mastercorporateku.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mastercorporateku.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1990"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mastercorporateku.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1990\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mastercorporateku.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1991"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mastercorporateku.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1990"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mastercorporateku.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1990"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mastercorporateku.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1990"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}